Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

PLN NPC Catatkan Milestone Baru, PLTMG Sekupang 50 MW Resmi Capai COD

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Technology»Sucofindo Perkuat Ekosistem Sawit Berkelanjutan melalui Circular Economy
Technology

Sucofindo Perkuat Ekosistem Sawit Berkelanjutan melalui Circular Economy

vritimesBy vritimesAgustus 9, 2026 6:09 pm014 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan menuju Visi Indonesia Emas 2045. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap implementasi circular economy di sektor kelapa sawit, yang disampaikan dalam ajang Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 (20-21/7). Hal ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Head of Climate Solution & Sustainable Energy Project Management Unit PT SUCOFINDO (PERSERO) Dikman Purnama, menjelaskan bahwa penerapan cicular economy merupakan strategi untuk menjembatani antara keberlanjutan industri dengan ketahanan bisnis di tengah berbagai tantangan khususnya pada sektor industri sawit. Tantangan tersebut meliputi tingginya kontribusi emisi, timbulan limbah, tingginya penggunaan air, energi dan lahan serta tekanan terhadap hutan dan keanekaragaman hayati hingga meningkatnya tuntutan standar keberlanjutan dan traceability dari pasar global.

“Kelapa Sawit memiliki peran penting bagi ekspor, ketahanan energi, ketahanan pangan serta perekonomian daerah. Namun, di tengah berbagai tekanan yang dihadapi industri, circular economy dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing, mempertahankan nilai, memulihkan sumber daya sekaligus meregenerasi sistem produksi agar lebih berkelanjutan,” ujar Dikman Purnama.

Menurut Dikman Purnama, implementasi circular economy sawit sejalan dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menempatkan sawit sebagai komoditas strategis nasional dan bagian dari hilirasasi berbasis sumber daya alam. “Melalui pendekatan ini, industri sawit didorong tidak hanya memenuhi kepatuhan regulasi, tetapi juga mampu menunjukkan tanggung jawab terhadap lingkungan, kinerja keberlanjutan yang terukur, terverifikasi, dan semakin kompetitif di pasar global,” tutur Dikman Purnama.

Selain mendukung agenda pembangunan nasional, circular economy pada sawit turut menjadi berkontribusi terhadap target penurunan emisi Gas Rumah Kaca Indonesia pada tahun 2030. Dalam model linear, residu sawit berakhir sebagai limbah yang menimbulkan biaya dan emisi. “Sehingga melalui circular economy, residu sawit tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang dapat menghasilkan energi, reduksi emisi karbon, pupuk, dan nilai pasar yang terukur,” jelas Dikman Purnama.

Mengusung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future” PERISAI 2026 diharapkan menghasilkan berbagai inovasi dan rekomendasi riset untuk membentuk ekosistem industri sawit yang berkelanjutan. Selaras dengan hal tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa Testing, Inspection, Certification (TIC) menyambut baik terhadap sinergi lintas sektor dalam membangun industri sawit yang tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus memiliki daya saing menuju akses pasar global.

“Ekonomi sirkular tidak hanya menjadi inisiatif Corporate Social Responsibility, tetapi telah menjadi strategi bisnis untuk menjaga ketahanan industri, memperluas akses pasar global sekaligus mendukung swasembada energi nasional. Sehingga dalam mewujudkannya perlu adanya kolaborasi lintas sektor, inovasi berkelanjutan dan komitmen bersama untuk generasi mendatang,” tegas Dikman Purnama.

Sebagai bentuk dukungan terhadap transisi strategis tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) memiliki layanan yang membantu pelaku industri memenuhi regulasi sekaligus meningkatkan daya saing. Salah satunya melalui layanan Sertifikasi Indonesian Sustanaible Palm Oil (ISPO) yang menjadi instrumen wajib untuk seluruh pelaku usaha sawit sesuai Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025.

Dikman Purnama melanjutkan, “Dalam mendukung kepatuhan, akses pasar global dan aksi dekarbonisasi, Indonesia memiliki sertifikasi ISPO guna memastikan pengelolaan usaha kelapa sawit di Indonesia dilakukan secara berkelanjutan, taat regulasi dan berwawasan lingkungan.”

Dalam mendukung hal tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) menyediakan layanan Audit energi untuk efisiensi energi, konsultansi lingkungan, perijinan lingkungan, monitoring lingkungan hingga melayani inventarisasi emisi untuk transparansi pelaporan emisi sebagai bagian upaya perusahaan dalam dekarbonisasi sebagai bagian usaha menuju ekonomi rendah karbon,” terang Dikman Purnama.

PT SUCOFINDO (PERSERO) juga turut menjalankan peran strategis sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Peran ini memastikan setiap klaim penurunan emisi dilakukan secara terukur, transparan, dan sesuai standar.

“SUCOFINDO siap mendukung sinergi strategis dalam mewujudkan upaya berkelanjutan melalui circular economy sawit, mulai dari proses fase hulu, proses produksi hingga hilir, sehingga tercipta industri yang tangguh, berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan pasar global,” tutup Dikman Purnama.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePOST Hadir sebagai Solusi POS untuk Operasional Restoran
Next Article Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Nasional, Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi Bioetanol PTPN I (Persero), Subholding Perkebunan Nusantara
vritimes

Related Posts

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Oktober 13, 2026 12:18 pm

Siber Group Perkuat Layanan Perlindungan Reputasi Digital dan Privasi di Indonesia

Oktober 13, 2026 11:22 am

LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS ‘Naik Kelas’

Oktober 13, 2026 10:31 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm38 Views
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm34 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm28 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.