Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

Excellence in Strategic Mining Investment, Bukti Investasi Mineral Perkuat Industrialisasi Nasional

CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Technology»Pernah Dengar Metode Sinking Fund? Cara Menyiapkan Pengeluaran Besar Tanpa Bikin Keuangan Kaget
Technology

Pernah Dengar Metode Sinking Fund? Cara Menyiapkan Pengeluaran Besar Tanpa Bikin Keuangan Kaget

vritimesBy vritimesJuli 6, 2026 1:48 pm004 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sinking fund adalah metode menyisihkan uang secara bertahap untuk kebutuhan yang sudah diperkirakan akan datang di masa depan. Berbeda dengan dana darurat yang digunakan untuk situasi tak terduga, sinking fund justru dipersiapkan untuk pengeluaran yang sudah direncanakan, seperti liburan, membeli gadget baru, biaya pendidikan, hingga uang muka rumah.

Belakangan ini, metode sinking fund semakin banyak dibahas karena membantu mengatur keuangan tanpa harus mengganggu tabungan utama atau menggunakan utang saat kebutuhan datang.

Lalu, apa itu sinking fund, dan bagaimana cara menerapkannya?

Apa Itu Sinking Fund?

Secara sederhana, sinking fund artinya dana yang dikumpulkan sedikit demi sedikit untuk tujuan tertentu dalam jangka waktu yang sudah direncanakan.

Misalnya, kamu ingin liburan enam bulan lagi dengan anggaran Rp6 juta. Daripada menyiapkan seluruh dana sekaligus menjelang keberangkatan, kamu bisa menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan hingga target tercapai.

Dengan cara ini, pengeluaran terasa lebih ringan karena dilakukan secara bertahap.

Sinking Fund Berbeda dengan Dana Darurat

Masih banyak yang menganggap sinking fund sama dengan dana darurat. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

– Dana Darurat

– Sinking Fund

– Untuk kondisi tidak terduga

– Untuk kebutuhan yang sudah direncanakan

– Digunakan saat terjadi keadaan mendesak

– Digunakan sesuai target waktu

Kalau dana darurat sifatnya “jaga-jaga”, sinking fund justru dibuat karena kamu sudah tahu kebutuhan tersebut akan datang.

Kapan Sebaiknya Membuat Sinking Fund?

Metode ini cocok digunakan untuk berbagai tujuan keuangan, misalnya:

– Liburan akhir tahun

– Biaya pendidikan

– Uang muka kendaraan atau rumah

– Renovasi rumah

– Membeli laptop atau smartphone baru

– Persiapan biaya pernikahan

Semakin jelas target dan waktunya, semakin mudah menentukan jumlah yang perlu disisihkan setiap bulan.

Cara Membuat Sinking Fund

Menerapkan sinking fund sebenarnya cukup sederhana.

1. Tentukan Tujuan Keuangan

Mulailah dengan menentukan kebutuhan yang ingin dipersiapkan. Misalnya, dana liburan, biaya pendidikan, atau membeli kendaraan.

2. Hitung Target Dana

Setelah mengetahui kebutuhan, tentukan nominal yang ingin dikumpulkan.

Contoh:

Target dana: Rp12 juta

Target waktu: 12 bulan

Artinya, kamu perlu menyisihkan sekitar Rp1 juta setiap bulan.

3. Pisahkan dari Rekening Operasional

Agar tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari, sebaiknya sinking fund disimpan secara terpisah.

Cara ini membantu mengurangi godaan menggunakan dana sebelum waktunya.

4. Sisihkan Secara Konsisten

Tidak harus langsung besar. Sisihkan dana secara rutin sesuai kemampuan. Konsistensi biasanya lebih berpengaruh dibanding nominal yang besar di awal.

Di Mana Sebaiknya Menyimpan Sinking Fund?

Pilihan tempat menyimpan sinking fund dapat disesuaikan dengan target waktu dan kebutuhan likuiditas.

Jika dana kemungkinan akan digunakan dalam waktu dekat, sebagian orang memilih menyimpannya pada tabungan yang mudah diakses.

Namun, jika target penggunaannya sudah jelas dan dana tidak dibutuhkan dalam waktu dekat, sebagian masyarakat juga mempertimbangkan produk simpanan berjangka sesuai kebutuhan dan karakteristik produknya.

Pilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, dan pahami ketentuan produk sebelum menggunakannya.

Deposito Online Fleksibel untuk Rencana Keuangan

Kalau sinking fund yang kamu siapkan belum akan digunakan dalam waktu dekat, deposito online fleksibel dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.

Salah satunya adalah Deposito FLEXI di neobank dari Bank Neo Commerce.

Berbeda dengan deposito berjangka pada umumnya, Deposito FLEXI memberikan fleksibilitas apabila dana dicairkan sebelum jatuh tempo. Nasabah tetap memperoleh bunga kompetitif*. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, nasabah bisa mendapatkan bunga sebesar 2% per tahun sesuai ketentuan produk, sehingga dapat menjadi pilihan bagi yang menginginkan fleksibilitas lebih dalam mengelola dana.

Sebelum membuka deposito, pastikan kamu memahami fitur produk, pilihan tenor, tingkat bunga, biaya, risiko, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

***

Suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank. Nasabah disarankan membaca Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY) sebelum membuka deposito.

*Perhatikan tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS. Simpanan dengan bunga melebihi tingkat bunga penjaminan tidak dijamin oleh LPS. Tingkat bunga penjaminan LPS sampai 30 September 2026 adalah 3,50% per tahun.

Jika ingin mulai menggunakan Deposito FLEXI, unduh aplikasi neobank melalui PlayStore atau App Store. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi halaman Deposito FLEXI di website resmi Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin & diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleBRI Finance Tebar Promo Menarik di Mini Expo Mobil Bekas Berkualitas Bersama OLXMobbi di Dumai
Next Article Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM
vritimes

Related Posts

Excellence in Strategic Mining Investment, Bukti Investasi Mineral Perkuat Industrialisasi Nasional

Oktober 14, 2026 10:48 pm

CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Oktober 14, 2026 9:22 pm

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia

Oktober 14, 2026 8:49 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm38 Views
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm34 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm28 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.