Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BRI Finance Perkuat Strategi Bisnis di Tengah Penyesuaian Proyeksi Pertumbuhan Industri Multifinance

BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Terkini»Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk ‘National Mineral Stockpile’
Terkini

Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk ‘National Mineral Stockpile’

vritimesBy vritimesAgustus 21, 2026 12:36 pm013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID mendorong pemerintah membentuk national mineral stockpile untuk memperkuat pengelolaan komoditas mineral strategis. Skema ini dinilai dapat memberi negara kendali lebih besar untuk menentukan kapan komoditas dilepas ke pasar dan kapan disimpan sebagai cadangan.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan national mineral stockpile menjadi salah satu gagasan yang perlu dipertimbangkan untuk memperkuat tata kelola kekayaan mineral nasional.

“Ada kelemahan dengan kekayaan alam kita ini. Bagaimana kalau kita mewujudkan national mineral stockpile supaya bisa mengatur kapan barang kita kita lepas, kapan barang kita kita simpan,” kata Maroef dalam MIND Dialogue, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Maroef, konsep tersebut tidak hanya dapat diterapkan pada mineral, tetapi juga batu bara. Pemerintah nantinya dapat menyiapkan fasilitas penyimpanan nasional sehingga komoditas strategis tidak selalu harus langsung dilepas ke pasar ketika produksi tersedia.

Maroef mencontohkan Malaysia yang memiliki mekanisme stockpile dalam mengelola komoditas crude palm oil (CPO) di pasar internasional. Menurutnya, Indonesia dapat mempelajari pendekatan serupa untuk membangun sistem pengelolaan cadangan mineral nasional.

“Kita bisa lihat bagaimana Malaysia mengendalikan CPO dunia internasional karena dia punya stockpile untuk kapan keluar kapan simpan,” ujarnya.

Gagasan tersebut bukan tanpa preseden. Sejumlah negara telah menggunakan stockpile sebagai instrumen untuk menjaga keamanan pasokan mineral strategis.

Korea Selatan, misalnya, memiliki kebijakan critical mineral stockpiling yang dikelola melalui lembaga pemerintah, termasuk Korea Mine Rehabilitation and Mineral Resources Corporation (KOMIR) dan Public Procurement Service (PPS). Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pasokan dan merespons gangguan rantai pasok global.

Jepang juga memiliki sistem national stockpiling untuk logam strategis yang dikelola Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC).

Sementara, Amerika Serikat memiliki National Defense Stockpile dan pada 2026 mengembangkan U.S. Strategic Critical Minerals Reserv melalui Project Vault untuk memperkuat ketahanan rantai pasok mineral kritis.

Pengalaman negara-negara tersebut menunjukkan bahwa stockpile tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat penyimpanan komoditas. Cadangan strategis dapat menjadi bantalan ketika terjadi gangguan pasokan, sekaligus membantu menjaga keberlangsungan industri yang bergantung pada mineral tertentu.

Bagi Indonesia, kebutuhan membangun sistem tersebut berkaitan dengan besarnya kekayaan mineral nasional yang belum seluruhnya masuk ke dalam tata kelola formal. MIND ID menilai pengelolaan mineral strategis tidak cukup hanya mengandalkan aktivitas produksi, tetapi harus terhubung dari sektor hulu hingga hilir.

Maroef menyebut produksi emas Antam hanya mencapai 743 kilogram, atau sekitar 0,83% dari produksi nasional. Dengan demikian, sekitar 99,17% produksi emas berasal dari perusahaan lain.

Besarnya porsi produksi di luar MIND ID tersebut menunjukkan perlunya sistem nasional yang mampu mencatat, mengagregasi, dan mengelola komoditas strategis secara lebih terintegrasi.

Dalam konteks itu, national mineral stockpile dapat menjadi salah satu instrumen untuk memastikan komoditas strategis tidak seluruhnya mengikuti siklus produksi dan permintaan pasar. Negara memiliki ruang untuk menyimpan sebagian komoditas dan melepasnya ketika dibutuhkan, terutama saat terjadi gangguan pasokan.

Menurut Maroef, langkah tersebut pada akhirnya ditujukan untuk memastikan kekayaan mineral Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi kepentingan nasional.

“Sumber daya mineral harus dikelola secara strategis, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, yakni demi kemandirian dan kedaulatan pengelolaannya,” tutup Maroef.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleUPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru untuk Menemukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Pemimpin Berdampak
Next Article Trust Under Pressure: Saat Kepercayaan Menjadi Ujian Terbesar Kontraktor
vritimes

Related Posts

BRI Finance Perkuat Strategi Bisnis di Tengah Penyesuaian Proyeksi Pertumbuhan Industri Multifinance

Oktober 22, 2026 2:40 pm

BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru

Oktober 22, 2026 2:06 pm

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan melalui Sinergi dengan BPDP

Oktober 22, 2026 12:54 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm54 Views
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm40 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm34 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.