Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kereta Api Jadi Pilihan Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil

IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman

Antisipasi Perubahan Musim, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Pengawasan Jalur KA untuk Jaga Keselamatan Perjalanan

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Terkini»IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman
Terkini

IHSG Termurah Sejak 2008, Dr. Dhiraj Kelly Ingatkan Investor Ritel: Murah Belum Tentu Aman

vritimesBy vritimesNovember 2, 2026 2:17 pm003 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Valuasi saham Indonesia kini berada di level termurah sejak krisis keuangan global 2008. Namun, praktisi keuangan dan edukator manajemen risiko Dr. Dhiraj Kelly menilai harga murah bukan alasan cukup untuk langsung membeli. Menurutnya, tekanan jual saat ini sebagian besar datang dari mekanisme indeks global, bukan semata dari memburuknya kinerja perusahaan.

Turun Kelas Dua Tingkat Sekaligus

Pada 15 Oktober 2026, MSCI membuka konsultasi untuk mereklasifikasi indeks MSCI Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Keputusan final dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027. Langkah ini lebih berat dari peringatan Januari lalu, yang hanya menyebut kemungkinan turun ke Frontier Market.

Pasar bereaksi keras. IHSG anjlok 12% pada Jumat setelah pengumuman, lalu turun lagi 3,6% pada Senin berikutnya. Goldman Sachs memperkirakan pengeluaran penuh dari indeks Emerging Market bisa memicu arus keluar dana pasif sekitar US$5,6 miliar.

Akar masalah yang disorot MSCI adalah transparansi kepemilikan saham dan keandalan data free float. Otoritas merespons dengan menaikkan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%, membuka data pemilik manfaat akhir (UBO), dan merinci klasifikasi investor.

Agenda terdekat yang dipantau pasar adalah pengumuman review indeks MSCI pada 11 November 2026, dengan perubahan berlaku mulai 1 Desember 2026.

Murah Belum Tentu Aman

Dr. Dhiraj Kelly menilai investor ritel perlu memahami dari mana tekanan jual berasal. Dana pasif global yang mengikuti indeks MSCI bekerja berdasarkan aturan, bukan berdasarkan prospek bisnis emiten.

“Ketika sebuah negara turun kelas di indeks global, dana yang mengikuti indeks itu tidak bertanya apakah perusahaannya bagus. Mereka wajib menyesuaikan portofolio. Jadi saham yang fundamentalnya baik pun bisa ikut terjual,” ujar Dr. Dhiraj Kelly.

Menurutnya, pertanyaan yang lebih penting bagi investor ritel bukan apakah saham sedang murah, melainkan apakah ia siap menahan posisi selama ketidakpastian berlangsung hingga keputusan final MSCI.

“Diskon besar sering terlihat seperti kesempatan. Tapi kalau uang yang dipakai adalah dana darurat, atau ukuran posisinya membuat Anda panik saat turun 30% lagi, itu bukan strategi. Itu menangkap pisau yang sedang jatuh,” katanya.

Dr. Dhiraj Kelly merangkum tiga variabel yang perlu diperiksa sebelum menambah posisi saham di tengah tekanan saat ini:

Free float dan likuiditas. Saham dengan porsi publik tipis atau transaksi sepi lebih rentan terdampak penyesuaian indeks.Sumber dana. Hanya gunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam jangka menengah, bukan dana darurat atau dana kebutuhan.Ukuran posisi. Tentukan batas kerugian yang sanggup ditanggung sebelum membeli, bukan setelah harga bergerak.

“Prinsip saya sama dalam kondisi pasar apa pun: lindungi modal dulu, baru kejar keuntungan,” tutup Dr. Dhiraj Kelly.

Video Lengkap

Pembahasan lengkap Dr. Dhiraj Kelly mengenai ancaman penurunan status MSCI dan dampaknya bagi investor ritel dapat disimak di kanal YouTube resminya:

Tonton: https://www.youtube.com/watch?v=rij2RuRmLAY

Kanal resmi: youtube.com/@dhirajkelly

Tentang Dhiraj Kelly Academy

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani adalah pengusaha, strategic consultant, dan kreator konten yang membahas bisnis, investasi, trading, dan manajemen risiko. Ia menginisiasi RiskWise Community, wadah edukasi yang berfokus pada risk management, money management, capital preservation, dan psikologi pengambilan keputusan, dengan semangat “Manage Risk. Protect Capital. Trade Smarter.”
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAntisipasi Perubahan Musim, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Pengawasan Jalur KA untuk Jaga Keselamatan Perjalanan
Next Article Kereta Api Jadi Pilihan Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil
vritimes

Related Posts

Kereta Api Jadi Pilihan Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil

November 2, 2026 2:34 pm

Antisipasi Perubahan Musim, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Pengawasan Jalur KA untuk Jaga Keselamatan Perjalanan

November 2, 2026 2:16 pm

Echoes from the Land of the Dragon Raih Penghargaan di ART & TUR 2026

November 2, 2026 1:52 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm79 Views
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm50 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm45 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.