Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Waspadai Osteoporosis, Patah Tulang Panggul Dapat Meningkatkan Risiko Kematian pada Lansia

Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya

Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Terkini»Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kontribusi Ketahanan Pangan, Peluang Sinergi dengan Koperasi Desa
Terkini

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kontribusi Ketahanan Pangan, Peluang Sinergi dengan Koperasi Desa

vritimesBy vritimesOktober 21, 2026 8:11 pm003 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus memperkuat kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas strategis. Upaya tersebut sejalan dengan langkah pemerintah mengoperasionalkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat dan distribusi kebutuhan pangan hingga tingkat desa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memimpin rapat koordinasi KDKMP di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (14/10/2026), untuk mematangkan persiapan operasionalisasi koperasi secara serentak mulai 15 Oktober 2026. Pemerintah menyepakati percepatan pasokan barang subsidi, pemantauan 10.070 titik KDKMP, serta pembentukan posko pemantauan.

Zulkifli mengatakan, pemantauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan kesiapan koperasi, termasuk ketersediaan barang dan sarana pendukung operasional. “Saya dan Pak Joao (Direktur Utama Agrinas) ini dapat arahan langsung dari Bapak Presiden. Mulai 15 Oktober, kita akan melakukan monitoring secara serentak. Seluruh kementerian dan wakil menteri sudah dibagi tugas untuk melakukan kunjungan selama 8 hari kedepan. Kita ingin memastikan barang dan sarana operasional sudah tersedia. Kalau belum, kita cari tahu apa masalahnya,” ujarnya.

Sebanyak 10.070 titik KDKMP yang menjadi sasaran pemantauan tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, DKI Jakarta, Yogyakarta, Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan. Ketersediaan barang subsidi, seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kilogram, dan pupuk, menjadi fokus utama untuk memastikan koperasi dapat menjalankan kegiatan usaha dan melayani masyarakat.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna, yang hadir bersama Direktur Bisnis, Ryanto Wisnuardhy dalam rapat tersebut mengatakan, penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pelaku usaha, pemerintah, dan ekosistem ekonomi di tingkat desa. “Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi komoditas, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem yang mendukung keberlanjutan produksi, penyerapan hasil, dan distribusi kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara BUMN, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting untuk memperkuat rantai pasok pangan nasional,” ujar Denaldy.

Menurutnya, PTPN mendukung agenda strategis pemerintah melalui pengelolaan komoditas perkebunan sekaligus pengembangan komoditas pangan. Selain kelapa sawit, karet, tebu, dan kopi, PTPN juga mengembangkan komoditas seperti ubi kayu untuk memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan dan energi nasional.

“Kami melihat pengembangan komoditas pangan perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga akses pasar. Ke depan, peluang kolaborasi dengan berbagai pihak perlu terus dijajaki agar pengembangan komoditas dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Penguatan ekosistem pangan nasional menjadi ruang bagi PTPN untuk menjajaki kolaborasi yang relevan dengan kompetensi dan mandat perusahaan. Peluang sinergi dengan koperasi desa dapat dikaji lebih lanjut sesuai kebutuhan, kesiapan rantai pasok, serta skema kerja sama yang disepakati para pihak.

Melalui pengembangan komoditas dan penguatan kemitraan, PTPN berkomitmen mendukung agenda ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleThe Fluffy Pumpkin Fest, Keseruan Halloween di Hublife
Next Article Tokocrypto Raih Gold di Marketing Excellence Awards Indonesia 2026 untuk Campaign Ramadan
vritimes

Related Posts

Waspadai Osteoporosis, Patah Tulang Panggul Dapat Meningkatkan Risiko Kematian pada Lansia

Oktober 22, 2026 5:02 am

Apakah neobank Gratis Transfer? Simak Info Detailnya

Oktober 22, 2026 4:52 am

Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital

Oktober 22, 2026 4:43 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm54 Views
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm40 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm34 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.