Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wajib Tahu: RANS Entertainment dan TVRI Resmi Berkolaborasi Siarkan Asian Games 2026 secara Gratis untuk Seluruh Masyarakat Indonesia Secara Detail

XAUUSD Berpotensi Koreksi, Dupoin Futures Soroti Support Harga Emas 4.237–4.204

Tingkatkan Minat Baca, KAI Logistik Salurkan 1.700 Buku melalui Program “Gerbong Literasi”

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
asiapost.id
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
You are at:Home»Technology»Dari Beasiswa Penuh hingga Summa Cum Laude, Sherine Kiatandi Temukan Arti Proses di BINUS UNIVERSITY
Technology

Dari Beasiswa Penuh hingga Summa Cum Laude, Sherine Kiatandi Temukan Arti Proses di BINUS UNIVERSITY

vritimesBy vritimesAgustus 31, 2026 12:43 pm013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Wisuda 75 BINUS University menjadi momen bersejarah bagi 4.758 wisudawan dan wisudawati yang resmi dilantik pada 8–9 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Di antara ribuan lulusan tersebut, terselip kisah perjalanan penuh proses dari Sherine Kiatandi, lulusan Visual Communication Design – New Media, BINUS @Alam Sutera, yang berhasil meraih predikat Summa Cum Laude.

Bagi Sherine, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjalanan empat tahun yang penuh proses. Selama berkuliah, ia mendapatkan ruang untuk bereksplorasi, melakukan kesalahan, dan belajar dari pengalaman. Dukungan dari dosen dan teman-teman juga membantunya berkembang dan belajar bertanggung jawab terhadap berbagai target yang dijalani.

Perjalanan Sherine di BINUS University berawal dari kesempatan mendapatkan beasiswa penuh. Kondisi ekonomi keluarga sebelumnya sempat membuatnya ragu untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena ia merasa perlu bekerja dan membantu keluarga. Karena itu, kesempatan berkuliah di BINUS University menjadi hal yang sangat berarti baginya.

Selain bersyukur atas kesempatan tersebut, Sherine juga menyampaikan bahwa dukungan orang tua, dosen, teman-teman, dan pasangan turut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya. Kesempatan tersebut kemudian ia manfaatkan untuk terus berkembang. Sejak semester dua, Sherine sudah sempat bekerja full-time sebagai graphic designer sambil menjalankan freelance, menerima commission di bidang gambar dan desain, serta mengikuti berbagai bazaar.

Selama dua tahun terakhir, ia juga membangun Ruang Gambar, bisnis yang mengajak teman-temannya untuk mengajar anak-anak menggambar sekaligus mendapatkan penghasilan tambahan. Saat ini, Sherine lebih banyak berperan di balik layar dalam mengembangkan bisnis tersebut karena juga terlibat dalam project di Apple Academy.

Selain aktif mengembangkan pengalaman profesional, Sherine juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi. Salah satunya adalah Juara 1 kompetisi desain packaging yang diselenggarakan oleh Teh Sosro. Ia juga pernah memenangkan kompetisi desain logo untuk Komisi Kepemudaan KAJ.

Berbagai pengalaman selama kuliah turut membentuk Sherine menjadi pribadi yang lebih adaptif. Ia yang sebelumnya terbiasa melakukan berbagai hal sendiri belajar untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan memimpin melalui berbagai tugas kelompok dengan karakter orang yang berbeda.

Kini, setelah resmi dilantik sebagai salah satu lulusan Summa Cum Laude dari School of Design dalam Wisuda 75 BINUS University, Sherine siap membawa pengalaman selama empat tahun tersebut ke tahap berikutnya dan terus berkarya.

Bagi mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan, Sherine berpesan untuk tidak melihat kesulitan sebagai sebuah kemunduran. Ia mengibaratkannya seperti anak panah yang harus ditarik terlebih dahulu sebelum dapat melesat lebih jauh.

“Jangan pernah menganggap titik terendah sebagai sebuah kemunduran. Ibaratnya, anak panah tidak akan melesat ke depan kalau hanya didorong, tetapi akan melesat lebih jauh ketika ditarik. Jadi, jangan anggap semua kesulitan yang dialami sebagai proses kemunduran, tetapi anggap itu sebagai tarikan yang ketika dilepaskan akan membuat kita melesat lebih jauh,” ungkap Sherine.

Pesan tersebut menjadi refleksi dari perjalanan Sherine selama berkuliah di Visual Communication Design – New Media. Dari kesempatan mendapatkan beasiswa, berbagai pengalaman profesional, hingga meraih predikat Summa Cum Laude, setiap proses menjadi bagian yang membentuk langkahnya untuk terus berkembang dan memberikan dampak melalui karya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleFlash Diskon QRIS neobank, Dapat Diskon Rp5.000 + Voucher Tagihan
Next Article Jalan-Jalan dengan Mobil Baru, BRI Finance Siap Wujudkan Impianmu dengan Bunga Mulai dari 3,97%
vritimes

Related Posts

Di Tengah Pasar Otomotif yang Menantang, BRI Finance Bukukan Lonjakan Laba 91,2%

September 4, 2026 11:21 am

Kenali Jenis Virus Kucing dan Cara Mencegah Penularannya

September 4, 2026 10:46 am

Scam Makin Marak, Ini 5 Cara Sederhana agar Tidak Mudah Tertipu

September 4, 2026 10:16 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm22 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm17 Views

BRI Group Distribusikan Lebih dari 5000 Hewan Kurban di Indonesia

Juni 3, 2026 4:42 pm15 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.