Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wajib Tahu: Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Hadiri Milad Sekaligus Peluncuran Buku Bamsoet yang Berjudul “Politik Hukum Konstitusi” Secara Detail

Wajib Tahu: Rosan Roeslani Hadiri Milad Sekaligus Peluncuran Buku Bamsoet yang Berjudul “Politik Hukum Konstitusi” Secara Detail

Wajib Tahu: Milad Ke 64 Tahun, Bambang Soesatyo Luncurkan Buku Berjudul “Politik Hukum Konstitusi” Secara Detail

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
asiapost.id
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
You are at:Home»Technology»Cara Kerja Sistem Anti Drone: Deteksi, Jamming, dan Spoofing dari LZ Tech
Technology

Cara Kerja Sistem Anti Drone: Deteksi, Jamming, dan Spoofing dari LZ Tech

vritimesBy vritimesSeptember 11, 2026 10:57 am002 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sistem anti drone LZ Tech kini tersedia di Indonesia untuk mendeteksi, melacak, dan menetralisir drone tanpa izin di sekitar bandara, kilang, pembangkit listrik, dan kawasan industri. Teknologinya membaca sinyal radio antara drone dan pengendalinya, mengenali model drone dengan akurasi hingga 97 persen, dan menjangkau deteksi lebih dari 10 km.

Jumlah drone di ruang udara rendah terus bertambah, dan tidak semuanya terbang dengan izin. Satu drone kecil yang masuk ke area bandara atau kilang dapat menghentikan operasi penerbangan, mengintai fasilitas, bahkan membahayakan keselamatan. Radar biasa sulit menangkap target sekecil dan secepat itu pada ketinggian rendah. Sistem anti drone hadir untuk menutup celah ini.

Sistem anti drone, disebut juga counter-UAS, bekerja bertingkat: mendeteksi, mengidentifikasi, melacak, lalu menetralisir drone tanpa izin. Solusi LZ Tech yang tersedia melalui Halo Robotics berbasis RF detection, yaitu membaca komunikasi radio antara drone dan pengendalinya. Dari pembacaan itu, sistem mengenali model drone tertentu, membedakannya dari burung, bahkan mendeteksi drone sebelum lepas landas. Kamera opto-elektronik dan kecerdasan buatan menjaga target tetap terlacak pada malam hari maupun cuaca buruk, dengan akurasi pengenalan hingga 97 persen dan basis data sekitar 1.000 model drone dari lebih dari 30 merek.

Lini solusinya menyesuaikan kebutuhan. HDJS 1.0 adalah perangkat genggam untuk respons cepat, mendeteksi drone lalu memutus kendalinya sampai memaksa mendarat. Untuk perlindungan yang berpindah, tersedia unit portabel dan versi yang dipasang di kendaraan. Untuk fasilitas permanen, DFJS835 bekerja 24 jam: mengenali model, ID, dan band sinyal drone, menandai posisi drone sekaligus pilotnya, merekam lintasan penerbangan, dan mengekspor laporan dalam format CSV atau PDF. Jangkauan jamming-nya mencapai 3 km, bodinya berperingkat IP66 untuk pemasangan luar ruangan, dan jangkauan deteksinya lebih dari 10 km.

Untuk menghalangi drone, sistem memakai jamming, yaitu memutus sinyal kendali, atau spoofing, yaitu memancarkan sinyal navigasi palsu agar drone salah menentukan posisi lalu dapat dipaksa mendarat. Penggunaan jamming dan spoofing diatur secara hukum dan hanya boleh dilakukan pihak yang berwenang. Solusi ini paling dibutuhkan di bandara, infrastruktur energi seperti kilang dan pembangkit listrik, pelabuhan, serta kawasan industri dan pertambangan.

Selengkapnya: Anti Drone System: Cara Kerja & Solusi

Tentang Halo Robotics

Halo Robotics adalah distributor drone profesional dan robotika terbesar di Indonesia, serta penyedia jasa drone industri terdepan, dengan pengalaman lebih dari satu dekade menyediakan solusi terintegrasi untuk 900+ perusahaan dan instansi pemerintah di industri utama termasuk Pertambangan, Minyak & Gas, Ketenagalistrikan, Pertanian & Kehutanan, Konstruksi, Pemantauan Lingkungan, Keamanan, dan Keselamatan Publik.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleDupoin Futures Raih 4 Penghargaan JFX dan KBI, Volume Transaksi Capai 833 Ribu Lot
Next Article CRM WhatsApp untuk Klinik: Uraga Rilis Sistem Terintegrasi
vritimes

Related Posts

Cara Menabung Emas di Rumah Lewat Aplikasi, Lebih Praktis dan Terencana

September 11, 2026 1:29 pm

Toreh Sejarah, PLN NPC Tuntaskan ECRL FS 01 di Malaysia Lebih Cepat

September 11, 2026 12:56 pm

Optimalisasi Efisiensi Logistik dan Industri: Peran Vital Sistem Pintu Industri dan Docking Modern

September 11, 2026 12:29 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm23 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm17 Views

BRI Group Distribusikan Lebih dari 5000 Hewan Kurban di Indonesia

Juni 3, 2026 4:42 pm15 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.