Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wifi Terbaik Depok untuk Rumah, Kos, dan Usaha yang Selalu Online

Indonesia Buka Akses Lebih Luas bagi Investor Eurasia Lewat INNOPROM 2026

BP Tapera Paparkan Skema KPR Subsidi Tenor 40 Tahun, Cicilan Bisa Mulai Rp500 Ribu per Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
asiapost.id
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
You are at:Home»Technology»Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati
Technology

Bittime: Investor Pantau Hasil Negosiasi AS-Iran, Aset Tokenized Saham AS Dapat Dicermati

vritimesBy vritimesJuni 30, 2026 1:31 pm003 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), menilai hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat.

Ketidakpastian meningkat setelah Iran dilaporkan tidak menghadiri pertemuan di Swiss yang sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk mencapai kesepakatan dengan AS.

Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung serta sikap hati-hati bank sentral AS, investor dinilai perlu mencermati dinamika pasar global yang dapat membuka peluang pada aset kripto maupun saham Amerika Serikat.

Selain ketidakjelasan hasil negosiasi AS-Iran, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Israel melancarkan serangan ke Lebanon.

Di sisi lain, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru, sehingga pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan moneter AS selanjutnya.

Kombinasi berbagai sentimen tersebut turut memengaruhi pergerakan aset berisiko, termasuk aset kripto dan indeks saham Amerika Serikat.

Ketidakpastian Global Dorong Volatilitas Pasar

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (23/6/2026), harga Bitcoin berada di level USD62.300, melemah 3,94% dalam 24 jam terakhir dan turun 6,58% dalam sepekan. Koreksi ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global.

Di pasar saham Amerika Serikat, pergerakan indeks juga menunjukkan respons yang beragam. Nasdaq tercatat melemah 1,32% dalam sehari terakhir, sementara NYSE Composite menguat 0,41%. S&P 500 turun 0,37% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,30%.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa hasil negosiasi AS-Iran berpotensi menjadi katalis penting bagi arah pasar global.

“Pasar saat ini berada dalam fase menunggu kepastian. Apapun hasil negosiasi AS-Iran nantinya dapat menjadi katalis yang mendorong pergerakan signifikan di berbagai instrumen investasi global,” ujar Ryan.

Aset Tokenized Saham AS Bisa Dicermati

Menurut Ryan, ketidakpastian pasar saat ini meningkatkan volatilitas, namun juga dapat menciptakan peluang bagi investor yang mampu membaca momentum dengan tepat.

“Ketika ketidakpastian meningkat, volatilitas biasanya ikut naik. Namun kondisi seperti ini juga dapat menciptakan peluang bagi investor untuk mengidentifikasi titik masuk yang lebih menarik sesuai dengan strategi dan profil risikonya,” tutur Ryan.

Di tengah perkembangan pasar, Ryan juga menyoroti kehadiran tokenized US stocks sebagai salah satu inovasi di sektor aset digital. Instrumen ini memungkinkan representasi saham Amerika Serikat dalam bentuk token yang diperdagangkan di jaringan blockchain.

“Investor yang ingin mendapatkan eksposur ke saham Amerika Serikat tanpa harus memiliki aset secara langsung dapat mempertimbangkan tokenized US stocks, yang memungkinkan akses lebih fleksibel terhadap pergerakan saham global dalam satu ekosistem investasi,” jelasnya.

Di tengah ketidakpastian global tersebut, pasar saham Amerika Serikat masih menjadi salah satu instrumen yang banyak diperhatikan investor, didukung kinerja perusahaan teknologi besar serta prospek ekonomi AS yang relatif stabil.

Sejalan dengan tren tokenisasi aset yang berkembang secara global, Bittime menghadirkan berbagai aset berbasis real-world assets (RWA) seperti Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Nasdaq Tokenized ETF (QQQX), serta Tokenized US Stocks seperti Tesla (TSLAX), Alphabet (GOOGLX), Apple (AAPLX), dan Nvidia (NVDAX) yang memberikan akses lebih luas bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global dalam satu ekosistem digital.

“Melalui beragam pilihan tokenized US stocks yang tersedia di Bittime, investor Indonesia memiliki lebih banyak alternatif untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan-perusahaan global terkemuka,” pungkas Ryan.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleYamaha Gear Ultima, Motor Andal Jastiper Berburu Promo di PRJ 2026
Next Article Standar Pelayanan LRT Jabodebek Jadi Referensi Peningkatan Layanan Transportasi Publik
vritimes

Related Posts

Cara Memanfaatkan Promo QRIS untuk Menghemat Pengeluaran Harian

Juni 30, 2026 2:09 pm

BRI Branch Office Otista dan BRINS Serahkan Simbolis Klaim Asuransi kepada Nasabah Terdampak Kebakaran

Juni 27, 2026 10:48 pm

Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI untuk Percepat Transformasi Industri Indonesia

Juni 27, 2026 10:29 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Sajiva Residence Apresiasi Dukungan PLN Gunung Putri dalam Mendukung Kesiapan Hunian Subsidi Siap Huni di Citeureup

Juni 19, 2026 11:46 am6 Views

Perkuat Kompetensi SDM, PTPN IV Regional VII Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Mandor Panen

Juni 23, 2026 2:38 pm5 Views
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm5 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.