Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kebangkitan Pariwisata Senggigi Semakin Terasa melalui Festival Senggigi 2026

IDstar dan Tencent Cloud Perkuat Kemitraan Strategis Akselerasi Transformasi Cloud di Indonesia

Wall Street Melemah Tajam, Saham Teknologi dan Semikonduktor Jadi Penekan Utama

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
asiapost.id
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Bittime Targetkan Volume Futures Tumbuh 10 Kali Lipat
Terkini

Bittime Targetkan Volume Futures Tumbuh 10 Kali Lipat

vritimesBy vritimesAgustus 24, 2026 11:05 am004 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bittime menargetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama seiring meningkatnya potensi pasar Futures di Indonesia. Sebagai PAKD yang terdaftar dan diawasi OJK, Bittime terus mengembangkan layanan Futures sekaligus mendorong edukasi, literasi, dan manajemen risiko bagi trader aset digital.

Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menargetkan volume perdagangan Bittime Futures tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama sejak produk tersebut diluncurkan.

Target tersebut disampaikan Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, dalam acara Bittime di Bali, Bittime Alpha Gala Night pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Acara yang dihadiri sekitar 150 peserta, mulai dari pengguna VIP, trader, KOL, komunitas, hingga mitra institusional, tersebut membahas perkembangan pasar Futures di Indonesia, karakteristik Bittime Futures, strategi perdagangan, serta pentingnya manajemen risiko. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya ketertarikan terhadap instrumen Futures dan perkembangan pasar aset digital di Indonesia.

Pasar Futures di Indonesia Masih Memiliki Ruang Pertumbuhan

Ryan mengatakan target tersebut mencerminkan optimisme Bittime terhadap potensi pasar Futures Indonesia yang masih memiliki ruang pertumbuhan.

“Kami ingin volume perdagangan Futures Bittime dapat tumbuh 10 kali lipat pada tahun pertama. Kami melihat peluang pertumbuhan yang besar di pasar Indonesia, terutama seiring semakin banyak trader yang mulai memahami Futures dan potensinya sebagai bagian dari strategi perdagangan mereka,” ujar Ryan Lymn.

Potensi tersebut sejalan dengan perkembangan pasar derivatif secara global. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dibahas dalam acara, perdagangan derivatif menyumbang sekitar 79% dari total volume perdagangan aset kripto global.

Di Indonesia, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, naik 24,20% secara bulanan, sementara jumlah investor telah mencapai lebih dari 22 juta, berdasarkan data OJK.

Bittime meluncurkan layanan perdagangan derivatif aset keuangan digital pada 15 Juli 2026, setelah memperoleh izin yang diterbitkan oleh PT Central Finansial X (CFX). Bittime menjadi pedagang aset keuangan digital pertama yang memperoleh izin melalui proses perizinan secara penuh di bawah era pengawasan OJK.

Penyebutan pertama merujuk pada proses perizinan yang sejak awal berlangsung sepenuhnya dalam kerangka regulasi OJK, setelah pengaturan dan pengawasan aset kripto beralih dari Bappebti kepada OJK.

Dengan hadirnya Bittime Futures, Bittime kini menawarkan portofolio 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures. Bittime Futures menyediakan 49 pasangan perdagangan, pilihan posisi Long dan Short, leverage hingga 25x, serta opsi Cross Margin dan Isolated Margin.

Data perdagangan Bittime juga menunjukkan BTCUSDT-PERP dan PUMPUSDT-PERP secara konsisten berada di posisi dua teratas dalam daftar pair Futures, baik pada periode satu minggu terakhir maupun 21 hari terakhir. Sementara itu, ETHUSDT-PERP, WLDUSDT-PERP, dan HYPEUSDT-PERP juga masuk dalam lima besar pada kedua periode tersebut.

Pertumbuhan Harus Diiringi Edukasi dan Literasi

Di tengah peluang pertumbuhan Futures, Ryan menilai edukasi dan literasi tetap menjadi bagian penting karena instrumen tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan perdagangan Spot.

“Kami tidak hanya ingin mengejar pertumbuhan volume. Pengguna juga perlu memahami cara kerja Futures, termasuk risiko leverage dan pentingnya manajemen risiko. Pertumbuhan pasar harus berjalan bersama dengan edukasi dan literasi yang baik,” kata Ryan.

Menurutnya, fleksibilitas untuk mengambil posisi Long maupun Short dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi trader dalam merespons kondisi pasar, tetapi perlu diimbangi pemahaman yang memadai sebelum melakukan transaksi.

“Kami melihat antusiasme yang sangat positif dari peserta. Banyak yang tidak hanya tertarik pada peluang Futures, tetapi juga ingin memahami bagaimana menggunakannya secara lebih bertanggung jawab. Ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar Futures di Indonesia,” ujar Ryan.

Bittime menilai Futures akan menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan ekosistem produk perusahaan, sejalan dengan visi Bittime sebagai gerbang masyarakat Indonesia menuju berbagai aset global.

Tentang Bittime

Bittime melalui PT Utama Aset Digital Indonesia adalah platform investasi aset kripto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta terdaftar pada Kementerian Komunikasi & Digital (Komdigi). Bittime juga merupakan anggota Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).

Selaku platform investasi aset kripto, Bittime memiliki visi untuk menjadi platform perdagangan dan investasi aset kripto pilihan utama masyarakat dengan fitur yang beragam serta memenuhi kebutuhan penggunanya.

Aplikasi Bittime bisa diunduh di Google Play dan App Store.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar dan diawasi OJK yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMoraRepublic dan 1ENGAGE Hadirkan WhatsApp Voice di WhatsApp Business Summit Indonesia 2026
Next Article Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Inspirasi Generasi Muda
vritimes

Related Posts

Kebangkitan Pariwisata Senggigi Semakin Terasa melalui Festival Senggigi 2026

Agustus 24, 2026 3:03 pm

IDstar dan Tencent Cloud Perkuat Kemitraan Strategis Akselerasi Transformasi Cloud di Indonesia

Agustus 24, 2026 2:30 pm

Wall Street Melemah Tajam, Saham Teknologi dan Semikonduktor Jadi Penekan Utama

Agustus 24, 2026 11:59 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm18 Views

BRI Group Distribusikan Lebih dari 5000 Hewan Kurban di Indonesia

Juni 3, 2026 4:42 pm14 Views

Jeremy Renner Shares Nephew’s Note Amid Snowplow Recovery: ‘Very Lucky that my Uncle is Alive’

Maret 15, 2020 7:53 pm13 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.