Music

Hits Maker Nur Bayan di ‘Javastar Squad’ Rilis ‘Jalan Stasiun’, Bikin Bangga Kediri di Mata Dunia

IMG 20260213 WA0017

Nur Bayan seniman musik produktif sekaligus hits maker kembali menggebrak industri musik tanah air. Kali ini ia yang merupakan bagian dari grup musik Javastar Squad merilis karya teranyar bertitel ‘Jalan Stasiun’ di all platform digital. Ini merupakan single revolusioner bernuatan kearifan lokal yang membanggakan kota Kediri di mata dunia.

“Alhamdulillah karya single ‘Jalan Stasiun’ dari Javastar Squad diapresiasi masyarakat Indonesia Indonesia. Lewat platform digital, pastinya karya kearifan lokal ini bisa mendunia, dan nantinya bikin bangga Kediri. Ini bisa menjadi anthem kebangsaan dan kebanggan kota Kediri, tanah kelahiran saya,” papar Nur Bayan saat berbincang bersama Bois Famous Maker di Radio Bola Koaidi, Rawamangun, Jakarta Timur.

Menurutnya, lagu ini bisa dikatakan anthem yang identik dengan ikon kota Kediri, dengan ikon ‘Jalan Stasiun’. Dimana karya lagu ini adalah starting step dari rangkaian mini album nantinya yang bertajuk ‘The Trilogy Kediri City Linemark’.

Tentunya peluncuran konten musik ini bertepatan dengan momen diresmikannya destinasi baru yang berlokasi di jantung kota Kediri yang digadang-gadang bakal jadi ibukota propinsi.

Javastar Squad dengan formasi teranyar, yaitu Nur Bayan, Nungki Manumayasa, Ringgo, Ipunk Rimba Raya, Djarwo, Novita Emprit, pastinya akan menjadi “mesin musik raksasa” dengan kekuatan para seniman musik terkenal yang berasal dari kota Kediri.

Lagu ‘Jalan Stasiun’ bercerita tentang kemajuan sebuah kota dengan indikator pembangunan infrastruktur yang signifikan secara adaptif terhadap tren pop culture. Dimana sebuah area publik memiliki daya tarik untuk dikunjungi.

Kebersamaan personil Javastar Squad berkumpul ngopi sambil nyanyi-nyanyi ini mengajak masyarakat untuk sama-sama menikmati pembangunan kota yang sedang hype tersebut. Penyematan lirik “Nggapleki” adalah contoh penggunaan bahasa khas Kediri yang jelas merupakan identitas.

Lagu ini sarat akan muatan guyub rukun dimana itu merupakan karakter Warga Kediri Raya. Dalam hal sejarah, Dewi Sekartaji yang konon meninggalkan warisan kecantikan cah cah Kediri juga tak luput menguatkan struktur Rima dalam liriknya. ditutup dengan ucapan terimakasih Mbak Wali sebagai ungkapan bangga terhadap kepemimpinan dan juga program-program beliau, secara puitis meningkatkan efek musikal yang tinggi di akhir lagu.

Untuk video klip dibesut oleh Nungky Manumayasa selaku video maker. Dalam video klip ini sengaja menghadirkan Turis Manca sebagai Cameo di awal lagu sebagai elemen semiotik bahwa Kediri layak untuk dijadikan destinasi wisata skala internasional.

Lokasi syuting video klip di seberang patung Panji Asmorobangun depan area parkir umum. dengan pilihan Color yang kontras, Video klip Jalan Stasiun ini bertutur tentang kemajemukan masyarakat mulai dari warga sekitar, pedagang kaki lima, pelaku UMKM, Penumpang kereta api yang turun di stasiun Kediri, pejalan kaki atau yang sengaja berolahraga, sampai pertunjukan seni Budaya Jaranan tumplek blek di kawasan tersebut.

Produk musik yang identik dengan “people power” ini secara audio dan visual sudah bisa disaksikan di YouTube dan medsos lainnya. Lewat suara seniman musik anak negeri Javastar Squad ini banyak pesan moral yang ingin disampaikan

“Ini salah satu cara kami yang yang tergabung di Javastar Squad dalam berkesenian yang membanggakan kota Kediri. Semoga Javastar Squad lewat lagu ‘Jalan Stasiun’ nantinya menjadi legacy,” pungkas Nur Bayan.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.