Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dr. Dhiraj Kelly Sawlani Tekankan Manajemen Risiko Finansial Dalam Kolaborasi Edukasi di Universitas Sahid

Prediksi XAUUSD Pekan Depan Koreksi Naik Terbuka, Dolar AS Jadi Penentu

FLOQ dan Telkomsel Jajaki Perluasan Akses Aset Digital

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Terkini»Beyond the Classroom: PHE Ajak Mahasiswa PNJ Mengenal Industri Hulu Migas dan Menggali Potensi Diri
Terkini

Beyond the Classroom: PHE Ajak Mahasiswa PNJ Mengenal Industri Hulu Migas dan Menggali Potensi Diri

penulisBy penulisOktober 26, 2026 5:01 pm015 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta, 25 Oktober 2026 – Menjaga ketersediaan energi Indonesia bukan hanya persoalan menemukan dan memproduksi minyak dan gas bumi. Di balik proses tersebut, terdapat tantangan yang membutuhkan dukungan teknologi, inovasi, pengelolaan bisnis, hingga berbagai keahlian lain. Keterkaitan antara kebutuhan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dan peran generasi muda menjadi salah satu hal yang diangkat dalam Upstream Youth Champs (UYC) 2026 di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi”, UYC 2026 PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menghadirkan ruang pembelajaran interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif industri hulu migas dan pengembangan karier. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami peran industri hulu migas dalam mendukung kebutuhan energi nasional, mengenali tantangan yang dihadapi sektor tersebut, serta melihat bagaimana kemampuan dari berbagai latar belakang pendidikan dapat dikembangkan menjadi kontribusi nyata.

Melalui kegiatan UYC 2026, PHE mengajak mahasiswa melihat industri hulu migas tidak hanya sebagai sektor yang menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan energi nasional. Melalui perspektif tersebut, mahasiswa diajak memahami tantangan industri sekaligus mengenali bagaimana pengetahuan dan kompetensi dari berbagai bidang dapat mengambil peran dalam menjawabnya.

Dalam sesi pengenalan industri, mahasiswa diperkenalkan pada peran PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina yang menjalankan kegiatan eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak dan gas bumi. Kegiatan di sektor hulu menjadi bagian awal dari rantai energi yang mendukung kebutuhan masyarakat, industri, dan pembangunan nasional.

Besarnya peran tersebut tercermin dari kontribusi PHE yang mengelola sekitar 24% wilayah kerja operator migas Indonesia, dengan kontribusi sekitar 65% terhadap lifting minyak domestik dan 35% terhadap lifting gas domestik. Pada semester I 2026, produksi migas PHE tercatat sekitar 935 ribu barel setara minyak per hari. Angka-angka ini memberikan gambaran mengenai skala tanggung jawab industri hulu dalam menjaga produksi energi dari dalam negeri.

Namun, menjaga produksi tidak terlepas dari tantangan. Pengembangan lapangan, optimalisasi produksi, eksplorasi sumber daya baru, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi menjadi bagian dari upaya menghadapi kebutuhan energi ke depan. PHE juga mengembangkan berbagai pendekatan, termasuk Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) untuk mengoptimalkan lapangan yang telah berproduksi dan mengeksplorasi peluang teknologi energi masa depan, seperti natural hydrogen serta teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS/CCUS.

Fitri Erika, Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE, mengatakan, “Tantangan energi Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar ketersediaan sumber daya. Dibutuhkan kemampuan untuk mengembangkan teknologi, mencari solusi, dan memastikan sumber daya tersebut dapat dikelola secara optimal. Melalui Upstream Youth Champs, kami ingin memberikan gambaran yang lebih dekat kepada mahasiswa mengenai tantangan tersebut, sekaligus membuka pemahaman bahwa industri hulu migas membutuhkan kontribusi dari beragam bidang keahlian. Kami berharap generasi muda dapat melihat keterkaitan antara kompetensi yang mereka bangun hari ini dan kebutuhan Indonesia di masa depan.”

Perspektif tersebut menjadi relevan bagi mahasiswa yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia profesional. Dalam sesi bersama Yuskie Amada, Technician Control Room PHE OSES, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai dunia kerja di industri hulu migas. Sementara itu, Vina Muliana, HR Practitioner & Content Creator, membahas bagaimana potensi dapat dikembangkan menjadi kemampuan yang memiliki nilai melalui pengalaman, pembuktian kompetensi, dan pengenalan diri secara profesional.

Kedua perspektif tersebut menghubungkan tantangan industri dengan proses pengembangan diri yang dapat dimulai sejak masa kuliah. Mahasiswa tidak harus menunggu hingga lulus untuk mengenali bidang yang diminati. Pengalaman melalui proyek, organisasi, kompetisi, magang, maupun kegiatan lain dapat menjadi sarana untuk menguji kemampuan, memperluas perspektif, dan memahami persoalan yang ingin mereka bantu selesaikan.

Meisa Sofia, S.Tr., M.Par., Dosen dan Staf Bidang Kemahasiswaan PNJ, mengatakan, “Perguruan tinggi memiliki peran untuk mempersiapkan mahasiswa tidak hanya melalui penguasaan ilmu, tetapi juga melalui pengalaman, kolaborasi, dan kesempatan untuk memahami persoalan nyata di masyarakat. Kehadiran Upstream Youth Champs 2026 di PNJ menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana pengetahuan yang mereka pelajari dapat berkaitan dengan kebutuhan industri dan tantangan Indonesia. Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas perspektif, mengembangkan kompetensi, dan lebih berani mengambil peran melalui bidang yang mereka tekuni.”

Kebutuhan industri energi juga menunjukkan bahwa kontribusi tidak terbatas pada lulusan teknik. Selain keahlian teknis, sektor ini membutuhkan kompetensi di bidang teknologi dan data, bisnis, keuangan, komunikasi, hukum, keberlanjutan, rantai pasok, hingga pengembangan masyarakat. Keragaman keahlian tersebut diperlukan untuk mendukung kegiatan operasional sekaligus menjawab tantangan industri yang semakin kompleks.

Bagi mahasiswa, hal ini membuka ruang untuk melihat pilihan karier secara lebih luas tanpa mengabaikan fondasi keilmuan yang sedang dibangun. Kemampuan mengenali masalah, berpikir kritis, berkolaborasi, beradaptasi, dan menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata menjadi bagian dari bekal yang dapat dikembangkan sejak di bangku kuliah.

Melalui Upstream Youth Champs 2026, PHE mempertemukan perspektif akademik, pengalaman industri, dan pengembangan potensi generasi muda dalam satu ruang pembelajaran. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan industri hulu migas kepada mahasiswa sekaligus mendorong mereka memahami bahwa kontribusi bagi Indonesia dapat dimulai dari kemampuan yang terus diasah dan digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata.

Semangat “Menggali Potensi, Menggerakkan Energi” menjadi ajakan bagi generasi muda untuk tidak berhenti pada mengenali kemampuan diri, tetapi juga membangun kompetensi, mencari pengalaman, dan menemukan cara agar kemampuan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan Indonesia.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleMahasiswa BINUS @Bandung Bangun Bisnis Pertanian, Jangkau 59 Mitra di 9 Kota
Next Article Atlantis Water Adventure Ancol Gelar Dua Aksi Pemecahan Rekor MURI dalam Perayaan Hari Renang Sedunia 2026
penulis

Related Posts

BRI BO Wonosari Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan bagi Nasabah Pensiunan

Oktober 27, 2026 4:09 pm

Mulai.com Terpilih Sebagai Finalis Global FinTech Hackcelerator 2026 oleh Monetary Authority of Singapore

Oktober 27, 2026 2:32 pm

Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

Oktober 27, 2026 2:30 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm65 Views
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm44 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm39 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.