Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

Managed SOC Semakin Dibutuhkan untuk Memperkuat Deteksi dan Respons Ancaman Siber 24/7

Software Distributor: 5 Kebocoran Margin yang Tak Terlihat di Laporan Manual

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Terkini»BINUS @Bekasi Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence Generasi Muda
Terkini

BINUS @Bekasi Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence Generasi Muda

vritimesBy vritimesOktober 7, 2026 11:48 am007 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

BINUS University resmi meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi pada 5 September 2026 sebagai langkah memperluas akses pendidikan AI bagi generasi muda sekaligus mempersiapkan talenta yang relevan dengan perkembangan industri. Kehadiran program ini juga memperkuat peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus yang menghubungkan penguasaan teknologi dengan kebutuhan nyata dunia bisnis, layanan, industri, dan masyarakat.

Peluncuran program tersebut hadir di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap talenta digital di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030, sementara masih terdapat kesenjangan sekitar 3 juta talenta yang perlu dipenuhi.

Perkembangan AI di dunia kerja juga berlangsung semakin cepat. Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat 33% pekerja di Indonesia telah masuk dalam kategori pengguna AI tingkat lanjut, lebih dari dua kali rata-rata global sebesar 16%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI mulai berkembang dari sekadar penggunaan tools menuju penerapan yang semakin strategis dalam pekerjaan.

Menjawab perubahan tersebut, BINUS University menghadirkan Program Artificial Intelligence dengan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga membangun fondasi akademik, kemampuan berpikir kritis, pemahaman bisnis, serta kesadaran terhadap penerapan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Program ini menjadi bagian dari semangat AI Empowers @ BINUS, yang menegaskan komitmen BINUS University dalam mengintegrasikan pemahaman dan pemanfaatan AI ke dalam ekosistem pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana AI dikembangkan, mengevaluasi hasil yang diberikan teknologi, serta mengaplikasikannya untuk menjawab berbagai permasalahan nyata.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa penguasaan AI perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga untuk mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia.

“Perluasan program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Di BINUS @Bekasi, kehadiran Program Artificial Intelligence memiliki relevansi tersendiri dengan karakter Bekasi sebagai salah satu kawasan dengan aktivitas industri, bisnis, layanan, dan teknologi yang dinamis.

Sebagai Business, Service, and Technology Campus, BINUS @Bekasi mendorong mahasiswa untuk melihat teknologi bukan sebagai bidang yang berdiri sendiri, melainkan sebagai bagian dari proses menciptakan solusi. Pemanfaatan AI dapat diterapkan dalam berbagai konteks, mulai dari analisis data dan peningkatan efisiensi bisnis hingga pengembangan layanan dan inovasi baru.

Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, S.E., Ak., M.Buss (Acc)., Ph.D., CA, CFE, mengatakan kehadiran program tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari AI dalam konteks lingkungan industri dan bisnis yang nyata.

“Bekasi memiliki ekosistem industri, bisnis, dan layanan yang berkembang sangat dinamis. Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi relevan karena mahasiswa dapat mempelajari bagaimana teknologi diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitarnya. Kami ingin pembelajaran AI tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan nilai bagi industri, bisnis, dan masyarakat,” ujar Prof. Gatot.

Kehadiran program ini sekaligus membuka akses pendidikan AI yang semakin dekat bagi generasi muda di Bekasi dan wilayah sekitarnya, dengan lingkungan pembelajaran yang terkoneksi dengan perkembangan bisnis dan industri.

Dari sisi akademik, kurikulum Program Artificial Intelligence di BINUS University dirancang secara multidisiplin dengan mengombinasikan fondasi matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.

Pendekatan tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami cara kerja teknologi AI, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengevaluasi hasil, mengembangkan solusi, serta menerapkannya secara etis dan bertanggung jawab.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menegaskan bahwa tantangan utama generasi muda saat ini adalah mempersiapkan diri agar mampu bekerja secara optimal bersama AI.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI. Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Pentingnya kemampuan manusia dalam penggunaan AI juga terlihat dari Microsoft Work Trend Index 2026. Di Indonesia, 62% responden menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting di era AI, sementara 60% menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dunia kerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan berbagai perangkat berbasis AI. Perusahaan juga membutuhkan talenta yang mampu memahami permasalahan secara menyeluruh, menginterpretasikan data, bekerja secara kolaboratif, dan menentukan bagaimana teknologi dapat digunakan secara tepat.

Dari perspektif industri, perkembangan AI turut mengubah kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Kemampuan teknis tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis serta kemampuan menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang memberikan nilai.

Nicholas Dominic, Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, mengatakan keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan kebutuhan industri menjadi semakin penting.

“Perkembangan AI membuat kebutuhan industri terhadap talenta juga ikut berubah. Perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan menentukan bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk menghasilkan solusi yang berdampak. Karena itu, keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi semakin penting agar kompetensi mahasiswa terus relevan dengan kebutuhan dunia profesional,” jelas Nicholas Dominic.

Selain kompetensi akademik dan teknis, perkembangan teknologi yang cepat juga membuat kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting.

Sunny Jovita, alumni BINUS University yang saat ini berkarier sebagai Solution Architect di Alibaba, mengatakan pengalaman menghadapi proyek dan bekerja bersama berbagai pihak menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan profesionalnya.

“Ketika masuk ke dunia profesional, teknologi dan cara kerja bisa berubah dengan sangat cepat. Pengalaman belajar di BINUS membiasakan saya untuk terus belajar, bekerja bersama tim, menyampaikan ide, dan mencari solusi ketika menghadapi tantangan baru. Menurut saya, kemampuan untuk beradaptasi dan menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan nyata akan menjadi bekal yang semakin penting bagi mahasiswa yang nantinya berkarier di era AI,” ungkap Sunny.

Peresmian Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi turut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan perspektif akademik, industri, alumni, mahasiswa, dan generasi muda.

Rangkaian kegiatan meliputi talkshow inspiratif bersama praktisi industri dan alumni yang membahas kesiapan talenta Indonesia menghadapi perkembangan AI, pameran karya mahasiswa Computer Science bersama mitra industri, serta sesi influencer meet-up untuk memperkenalkan perkembangan pendidikan dan peluang karier di bidang AI kepada generasi muda.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BINUS University memperkuat perannya dalam menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata dunia profesional. Kolaborasi bersama industri dan alumni juga memberikan perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan AI serta kompetensi yang semakin dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi bagian dari langkah BINUS University dalam memperluas kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mempelajari teknologi yang akan semakin berperan dalam perkembangan ekonomi dan industri.

Melalui semangat AI Empowers @ BINUS, BINUS University berharap dapat melahirkan talenta yang memiliki fondasi teknologi yang kuat, kemampuan berpikir kritis, pemahaman terhadap kebutuhan bisnis dan masyarakat, serta kesadaran untuk menerapkan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Dengan kompetensi tersebut, generasi muda Indonesia diharapkan mampu mengambil peran dalam perkembangan AI Economy, memperkuat daya saing industri, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia. Semangat tersebut juga menjadi bagian dari gerakan #AIverywhereInBINUS, yang membawa pembelajaran dan pemanfaatan AI semakin dekat dengan mahasiswa di berbagai kampus BINUS University.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticlePLN Indonesia Power Hadirkan Air Bersih bagi Masyarakat Desa Ciranggem Kecamatan Jatigede
Next Article Fokus Garap Pasar Eksternal, InfraNexia Bidik Kebutuhan Infrastruktur Pemain Industri Telco Nasional
vritimes

Related Posts

BRI BO Kramat Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

Oktober 8, 2026 9:24 am

Harga Ethereum Mengincar $3.000, Level $2.800 Jadi Penentu Reli Oktober

Oktober 7, 2026 3:04 pm

BRI Region 6 Gelar Upacara Kesaktian Pancasila, Perkuat Semangat Kebangsaan Insan BRI

Oktober 7, 2026 2:54 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm31 Views

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm29 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm25 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.