Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Transformasi Digital Bisnis Entertainment: Pemilik F&B Mulai Lirik Konsep Hybrid Karaoke dan Resto

Dari BINUS @Bekasi ke Australia, Fidel Temukan Kemandirian Lewat Study Abroad

Harga Minyak WTI Berpeluang Menguat, Dupoin Futures Pantau Risiko Pasokan

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Technology»Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art
Technology

Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art

vritimesBy vritimesSeptember 1, 2026 11:48 am033 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Dalam setiap proyek budget hotel yang ditangani, Artavia—sub-brand modular wall art dari Spasium—selalu membawa pertanyaan yang sama ke meja perencanaan: di mana wall art benar-benar dibutuhkan? Jawabannya, menurut pengalaman Artavia di lapangan, hampir selalu sama. Bukan di setiap dinding, melainkan di titik-titik yang paling berdampak pada pengalaman tamu.

Dari situ, Artavia menyusun pendekatan yang lebih terarah untuk segmen budget hotel: bukan soal mengisi ruang, melainkan soal memilih dampak visual yang tepat. Prinsip ini bertumpu pada tiga variabel yang dinilai di setiap titik dinding—seberapa tinggi visibilitasnya, seberapa besar interaksi tamu yang terjadi di sana, dan seberapa kuat relevansi karya terhadap experience arsitektural ruang. Ketiganya bersama-sama menentukan prioritas: makin tinggi ketiga variabel itu bertemu di satu titik, makin besar alasan untuk menempatkan wall art di sana.

“Yang kami pelajari dari lapangan, dinding yang paling sederhana pun bisa menjadi statement—jika penempatannya tepat. Dan dinding yang penuh pun bisa tak berkesan, jika tidak ada yang benar-benar memperhatikannya,” ujar Jay Adinata, CMO Artavia.

Berdasarkan prinsip itu, Artavia mengidentifikasi empat titik yang secara konsisten memberi dampak terbesar di properti budget hotel, masing-masing dengan peran yang berbeda satu sama lain.

Titik pertama adalah arrival dan lobby, tempat impresi pertama tamu terbentuk begitu mereka melangkah masuk. Satu karya yang tepat di titik ini, menurut Artavia, akan memberikan impresi awal yang sesuai dengan ekspektasi desain yang diharapkan, dan experience ruang yang lebih eksklusif.

Titik kedua adalah guest room—ruang yang justru paling sering terlewat dalam perencanaan seni, padahal di sinilah tamu menghabiskan sebagian besar waktu mereka selama menginap. Di ruang paling personal ini, wall art berbicara langsung kepada tamu saat mereka sedang paling rileks.

Titik ketiga adalah titik transisi seperti lift lobby dan koridor utama—momen-momen singkat di antara ruang utama yang mudah diabaikan, tetapi jika diperhatikan justru memperkuat kontinuitas narasi visual sepanjang perjalanan tamu di dalam properti.

Titik keempat adalah area ikonik: satu titik yang sengaja dirancang menjadi momen visual paling diingat, sekaligus paling sering dibagikan tamu di media sosial seperti di dining area, seating area di taman terbuka, area depan bangunan hotel yang berfungsi memperkuat identitas, dan lain-lain.

Pendekatan empat titik ini sudah diterapkan Artavia pada sejumlah proyek budget hotel di Jabodetabek, Surabaya, dan Sumatra—mulai dari area penerima tamu, kamar, koridor, hingga dinding signature yang dirancang khusus sebagai titik area ikonik properti.

“Dari keempat titik ini, kami belajar bahwa selektivitas adalah bentuk penghormatan terhadap ruang dan tamu,” tutup Jay Adinata.

“It’s not about filling every wall—it’s about creating the moments that matter.”

Tentang PT Spasium Kreasi Indonesia

Artavia adalah sub-brand modular wall art dari Spasium (PT Spasium Kreasi Indonesia, www.spasium.com), dirancang khusus untuk kebutuhan ruang komersial HoReCa—hotel, restoran, kafe, hingga show unit. Sistem modul Artavia menawarkan fleksibilitas re-layout sesuai dimensi dinding, konsistensi bentuk untuk produksi berulang, kemudahan instalasi, dan skala yang terkontrol. Produk tersedia melalui sistem pre-order, tidak ready stock.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES. 
Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleTidak Hanya WhatsApp, Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel
Next Article Hari Danau Sedunia: Merayakan Danau Toba, Tempat Alam, Warisan, dan Masyarakat Bersatu
vritimes

Related Posts

Jasa Marga Raih Dua Penghargaan dalam Ajang The 17th IICD Corporate Governance Award 2026

Oktober 22, 2026 1:21 pm

Akar Peoni Jadi Kunci Zuo Hao Shi untuk Meredakan Sakit Leher Belakang

Oktober 22, 2026 12:33 pm

Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya

Oktober 22, 2026 12:05 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm54 Views
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm40 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm34 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.