Close Menu
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Angkutan Komoditas Pangan, KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport Tandatangani Kerja Sama Pengiriman Hasil Bumi, Pangan, Ternak dan Pendukungnya dengan Kereta Api

pin up cazino təcrübəsini A/B test ilə necə optimallaşdırmaq olar

Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

Facebook X (Twitter) Instagram
asiapost.id
Subscribe Now
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
asiapost.id
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media
You are at:Home»Terkini»Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia
Terkini

Google.org Kucurkan Hibah USD 1,5 Juta untuk ION, Perkuat Fondasi Perdagangan Digital Terbuka Indonesia

vritimesBy vritimesJuli 28, 2026 10:11 am025 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Google.org mengumumkan hibah senilai USD 1,5 juta kepada Indonesia Open Network (ION) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perdagangan digital terbuka di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara Google & YouTube: AI untuk Ekonomi Kreatif di Jakarta, Kamis (23/7/2026), yang juga menjadi momentum peluncuran laporan mengenai peluang kecerdasan buatan (AI) bagi ekonomi kreatif Indonesia.

Dukungan ini menandai kolaborasi antara Google.org dan ION dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia melalui pengembangan infrastruktur yang lebih terbuka, inklusif, dan interoperabel. Dana hibah tersebut akan digunakan untuk memperkuat Digital Public Infrastructure (DPI) yang memungkinkan usaha mikro dan wirausaha, khususnya di wilayah perdesaan, memasuki pasar digital dengan lebih mudah, terbuka, dan tanpa dibebani biaya awal yang besar.

Membangun Ekosistem Perdagangan Digital Terbuka Berbasis ONDC

Indonesia Open Network (ION) merupakan inisiatif yang mengembangkan jaringan perdagangan digital terbuka (open digital commerce network) di Indonesia dengan mengadaptasi prinsip Open Network for Digital Commerce (ONDC), sebuah inisiatif Pemerintah India yang dirancang untuk menciptakan ekosistem perdagangan digital yang lebih terbuka, inklusif, dan tidak bergantung pada satu platform tertentu.

ION dikembangkan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta berbagai mitra strategis lainnya. Berbeda dengan model marketplace konvensional yang mengumpulkan seluruh penjual dan pembeli dalam satu aplikasi, ION membangun jaringan terbuka yang menghubungkan penjual, pembeli, penyedia pembayaran, perusahaan logistik, lembaga keuangan, hingga berbagai aplikasi digital melalui standar teknologi yang sama.

Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha cukup mendaftarkan identitas usaha beserta katalog produknya satu kali ke dalam jaringan ION. Setelah itu, produk dapat ditemukan dan ditransaksikan melalui berbagai aplikasi pembeli yang telah terhubung ke jaringan tersebut tanpa harus membuka dan mengelola toko secara terpisah di setiap platform.

Presiden Direktur PT Indonesia Open Network, Bayu Prawira Hie menegaskan bahwa ION bukan dibangun sebagai marketplace baru, melainkan sebagai infrastruktur digital publik yang menghubungkan seluruh pelaku dalam ekosistem perdagangan digital.

“ION bukan marketplace. ION adalah jaringan digital terbuka yang memungkinkan seluruh pelaku ekosistem perdagangan digital saling terhubung,” ujar Bayu.

Menurut Bayu, perdagangan digital saat ini masih didominasi oleh closed network, yaitu ekosistem tertutup yang dikendalikan oleh masing-masing platform. Sebaliknya, ION mengusung konsep open network yang memungkinkan marketplace, sistem pembayaran, perbankan, perusahaan logistik, hingga pelaku UMKM saling terhubung melalui protokol yang sama.

“Yang kami bangun adalah infrastrukturnya. Marketplace tetap ada, tetapi semuanya dapat saling terhubung dalam jaringan yang sama,” tambahnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengatasi fragmentasi perdagangan digital sekaligus memberikan keleluasaan bagi pelaku usaha dalam memilih layanan pembayaran, logistik, maupun platform penjualan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Semakin banyak pelaku yang bergabung ke dalam jaringan, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat tercipta melalui efek jaringan (network effect).

AI Berpotensi Tambah Rp910 Triliun bagi Perekonomian Indonesia

Pengumuman hibah tersebut juga bertepatan dengan peluncuran AI Economic Opportunity Report 2026 yang disusun Google bersama Public First dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI secara lebih luas berpotensi menciptakan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun (US$55 miliar) atau setara sekitar 3,8% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, apabila usaha kecil dan menengah mampu mengadopsi AI pada tingkat yang setara dengan perusahaan besar.

Saat ini, baru sekitar 14,5% UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan AI, dibandingkan dengan 62,5% perusahaan berskala besar. Menurut Vice President Government Affairs and Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, kesenjangan tersebut justru menunjukkan besarnya peluang yang dapat dimanfaatkan Indonesia.

“Jadi, peluang besar ada di depan kita,” kata Markham.

Menurutnya, apabila tingkat adopsi AI di kalangan UMKM dapat ditingkatkan hingga setara dengan perusahaan besar, Indonesia berpotensi memperoleh tambahan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun sekaligus menciptakan lebih dari 510.000 lapangan kerja baru melalui lahirnya produk, layanan, dan model bisnis baru.

Selain itu, pemanfaatan generative AI di sektor kreatif dan media diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi tahunan hingga Rp66 triliun. Teknologi tersebut juga berpotensi menghemat rata-rata 390 jam kerja per tahun bagi pekerja kreatif, sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan ide, kreativitas, dan storytelling. Sementara itu, teknologi lokalisasi berbasis AI seperti penerjemahan otomatis, subtitling, dan dubbing diperkirakan dapat membuka potensi ekspor ekonomi kreatif hingga Rp6,7 triliun setiap tahun.

Fondasi Baru bagi Ekonomi Digital Indonesia

Google juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital Indonesia melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab. Perusahaan menilai AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang ekonomi baru, serta membantu kreator dan pelaku usaha Indonesia menjangkau pasar global sebagai bagian dari upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar menilai Indonesia harus memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisinya, tidak hanya sebagai pasar digital, tetapi juga sebagai pusat lahirnya karya kreatif dan kekayaan intelektual.

“Indonesia bukan hanya pasar dengan populasi besar, tetapi juga rumah bagi para kreator dan mesin kreatif yang mampu mengekspor karya ke dunia. Dunia membutuhkan produk yang datang dari Indonesia karena produk yang diciptakan dengan hati dapat menyentuh banyak orang,” ujar Irene.

Melalui dukungan Google.org, pengembangan ION sebagai jaringan perdagangan digital terbuka diharapkan mampu mempercepat digitalisasi UMKM sekaligus memperluas akses mereka terhadap pembayaran digital, logistik, pembiayaan, hingga pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas. Dengan mengadaptasi model ONDC dari India dan menargetkan pemberdayaan 100.000 usaha mikro pada tahun pertama, ION diharapkan menjadi fondasi bagi ekosistem perdagangan digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan inklusif, sehingga semakin banyak pelaku usaha dapat memanfaatkan peluang ekonomi digital yang diproyeksikan terus tumbuh di era AI.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleEmpat Varian DJI Matrice 4 untuk Survey, Inspeksi, dan Operasi Otomatis di Indonesia
Next Article Progres Tol Patimban Capai 68 Persen, Subang Jadi Incaran Industri Ekspor
vritimes

Related Posts

Perkuat Angkutan Komoditas Pangan, KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport Tandatangani Kerja Sama Pengiriman Hasil Bumi, Pangan, Ternak dan Pendukungnya dengan Kereta Api

September 22, 2026 6:34 pm

pin up cazino təcrübəsini A/B test ilə necə optimallaşdırmaq olar

September 22, 2026 12:08 pm

Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya

September 22, 2026 11:17 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts
8.9

Signs of Endometriosis: What are Common and Surprising Symptoms?

Januari 15, 2021 3:55 pm29 Views

Wajib Tahu: Dalam “Trauma”, NADI Memilih Sendiri Sebelum Kembali Membuka Hati Secara Detail

September 9, 2026 6:13 pm25 Views
8.9

How the Science of Happiness is Helping Student Mental Health

Januari 15, 2021 3:54 pm23 Views
© 2026 asiapost. Designed by asiapost.
  • Beranda
  • Asia
  • Internasional
  • Nasional
  • Tulis Berita
  • Terkini
  • Technology
  • Trending
  • Fitness
  • Food & Diet
  • Big Media

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.